Selasa, 07 Desember 2010

DOA SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI

Alhamdulillahi robbil’alamin (3 kali).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Lalu beliau melanjutkannya dengan doa berikutnya:
Sejumlah makhlukNya, seberat ArsyNya, sebanyak keridhaan DzatNya, sepanjang tinta KalimatNya, setingga puncak IlmuNya, dan segala sesuatu yang Dia kehendaki dan Dia ciptakan. Yang Dia jadikan dan Dia kreasikan. Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak. Yang Mahapengasih lagi Mahapenyanyang. Yang Maha Merajai lagi Mahasuci. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Mahaesa, dan tiada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan dan pujiaan. Dia Maha Menghidupkan lagi Maha mematikan. Dia Mahahidup dan Mahatidakmati. Dalam kekuasaanNya tergenggam kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. KepadaNyalah tempat kembali.
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya yang diutusNya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
Ya Allah, anugerahkan salawat kepada Muhammad dan keluarganya. Jagalah pemimpin dan umat ini, pemerintah dan rakyatnya. Jalinlah kasih antara hati mereka dalamkebajikan dan jauhkan keburukan sebagian mereka kepada sesamanya.
Ya Allah, hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia kami, maka perbaikilah. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui kebutuhan-kebutuhan kami, maka penuhilah. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui aib-aib kami, maka tutupilah. Janganlah Engkau perlihatkan sesuatu pada kami, sekiranya Engkau larang kami (mengerjakannya), dan janganlah Engkau menghilangkan sesuatu pada kami, sekiranya Engkau perintahkan kami (mengerjakannya). Jangan lupakan kami (dari) zikir mengingatMu. Jangan tujukan kamikepada makarMu. Jangan butuhkan kami kepada selainMu. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.
Ya Allah, ilhamilah kami kesadaran, dan lindunglah kami dari keburukan nafsu-nafsu kami. Sibukkanlah kami hanya denganMu hingga melupakan selainMu. Putuskanlah kami dari semua yang dapat memutus kami dariMu. Ilhamilah kami dengan zikir kepadaMu, mensyukuriMu, dan kebaikan ibadah menyembahMu.
Kemudian beliau menoleh ke kanan dan mengucapkan:
La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.
Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Lalu beliau menghadap ke depan dan mengucapkan doa yang sama:
La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.
Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Selanjutnya beliau menoleh ke kiri dan mengucapkan doa yang sama:
La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.
Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Lalu beliau melanjutkannya dengan doa berikutnya:
Janganlah Engkau beberkan berita-berita kami. Janganlah Engkau buka tirai kami. Janganlah Engkau hukum kami dengan keburukan amal kami. Janganlah Engkau hidupkan kami (kembali) dalam kelalaian, dan jangan ambil (nyawa) kami saat dalam kealpaan.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maafkan kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
(Syekh Abdul Qodir al-Jailani, “Rahasia-rahasia Agung Berjumpa Allah – Lautan Hikmah Kekasih Allah – 62 Pedoman Hidup untuk Menjadi Kekasih Allah”, Semarang, DIVA Press, 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar